Gema Jihad

Friday, June 20, 2014

Buka Mata-InspirasiFalak-

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركتة

*******tengah belajar subjek (Asasiyat Ilmul Falak)*******

Helaian demi helaian dibelek, 
Patah kata demi patah kata diterjemahkan,

Terasa diri kerdil sangat, 
Kerdil tatkala melihat kebesaran ciptaan Allah!

Matahari.
Bintang.
Galaksi.
Bulan.
Langit.
Angkasa.
Planet.

Allahu Akbar!

Dan, ada satu perkataan yang ana jumpa ni, yang membuatkan ana terpanggil untuk kongsi bersama :D

( أرسطو )

Search dalam kamus e-miftah, tak jumpa, last2, cari dalam Google Translate, tersengeh sorang2.

أرسطو = Aristotle

Jadi, dengan semangatnya, ana searchlah pasal Pak Cik Aristo ni, dan jumpa quote dari beliau:

Tapi, sebelum tu, nak kongsi ayat Quran yang benar-benar membuka mata, actually, buka hati ana..

Surah Al Baqarah ayat 72-74

Artinya: 
“Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan, [72]. 
Lalu Kami berfirman:”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!”. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti,[73]. 
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yangmeluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”[74] 

Makna ayat2 ini secara keseluruhannya:

Allah berfirman kepada orang2 Yahudi sambil mengecam mereka, "Ingatlah tatkala salah seorang dari pendahulu kalian membunuh kerabatnya agar dapat mewarisinya, lalu, berseterulah masing2 mengenai siapa pembunuhnya. Masing2 membantah kalau si pembunuhnya berasal dari kalangan mereka. Realitinya, Allah pasti akan menampakkan apa yang kalian sembunyikan tersebut. Demi menegakkan kebenaran dan membuat malu para pembunuh, lalu, Allah memerintahkan kalian untuk memukulkan si mati dengan sebahagian dari anggota-anggota badan sapi betina tersebut, sehingga dia hidup kembali dan memberitahu tentang siapa yang telah membunuhnya. Lantas kalian melaksanakan perintah tersebut, lalu Allah menghidupkan si terbunuh dan dia pun memberitahu siapa pembunuhnya. 
[Sumber Rujukan: Tafsir ibnu kathir]

Sangat terkesan baca ayat ni, tambah2 lepas tengok video tentang peredaraan bumi, dan ciptaan Allah. Dalam buku أساسيات علم الفلك ada juga menceritakan tentang big bang theory. Walaupun tak puas hati dengan kenyataan yang dibuat oleh Darwin, tapi, sekurang-kurangnya, dia mengkaji! Dan hanya kerana Darwin tidak mendapat hidayah dari Allah, mungkin itu sebabnya dia mengeluarkan kenyataan mengatakan alam semulajadi terjadi dengan sendiri. 

Maka, bersyukurlah, bersyukurlah kita yang mendapat nikmat iman yang yakin bahawa setiap ciptaan, ada penciptanya!

Ana sangat terkesan dengan ayat ke-74:
[ hatimu menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi …]

Berbalik kepada quote Pak Cik Aristo yang ana nak kongsi tadi:


Kata-kata Aristotle ni mengingatkan ana tentang ayat2 dari Allah, yang jauh lagi memberkas di hati.
Allah kata, hati kita boleh jadi keras, bahkan bila kerasnya hati, keras lagi daripada batu. 

Dalam qoute tu, dia cakap, 'Educating', educating ni, dalam bahasa melayunya pendidikan, dan bahasa arabnya, 'التربية'. Kalau tengok pada ayat 72-73, kenapa orang2 Yahudi menjadi watak dalam ayat ni dan dikaitkan dengan ayat 74?

Allah nak bagitahu kita yang, hebat mana pun akal fikiran kita, tapi ilmu dan fikiran kita tu tetap dikatakan tiada pendidikan tanpa ada pendidikan hati. Batu yang keras itu, andai setiap hari air mengalir di atasnya, bisa menjadi licin lantas mengubah sifatnya yang keras... dan hati... hati yang keras itu bisa dilembutkan dengan sentiasa mensucikannya dengan inti pati tarbiyah, ia haruslah,

Istiqamah| Mujahadah| Ikhlas| Ihsan 

Subhanallah walhamdulillah, 
Belajar tentang ilmu Falak, sangat2 membuka hati, mengingatkan kita betapa rendah dan hinanya, melainkan mereka yang ada pentarbiyahan hati..., yang mentarbiyah hatinya untuk kenal Allah, merasa kagum dengan ciptaan dan kebesaranNYA, yang akhirnya, membuatkan kita takut padaNYA dalam erti kata mencari ketaqwaan dan berharap akan redhaNYA...

InspirasiFalaq,
Terus dan sentiasa terinspirasi dengan falak dan ilmu2 Allah.

Tapi.....,
Rasulullah Junjungan kita dari dulu lagi ada pesan kat kita:

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Yang paling banyak mengingati mati dan paling baik dalam membuat persiapan untuk alam berikutnya, maka itulah orang yang bijak.”
[Sunan Ibnu Majah, no. 4249. Dinilai hasan oleh al-Albani]