Gema Jihad

Friday, February 20, 2015

keifik ukh?

Depan kuliah syariah, seorang diri. Terbelek, dan tertadabur ayat ini:

بسم الله الرحمن الرحيم

{الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ}(الزخرف/67). 

Teman akrab pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh bagi sebahagian yang lain kecuali orang yang bertakwa.

Lantas, tutup Quran.
Tengok kiri kanan.
Ada yang sedang makan roti syawarma, 
Ada sedang leka membelek nota,
Ada yang terkumat-kamit menghafal,
Ada yang rancak berborak,
Ada yang menjadi pemerhati yang setia.

Ingin menjerit, dan meluahkan segala keresahan dan kefuturan. 
Pada siapa? 
Si Dia yang sedang makan itu?
Atau Si Beliau yang sedang menghafal itu?

Argh, tentu sekali omongan ku tidak didengarin.
Petang itu, timbul satu pertanyaan. Teman karib menjadi musuh? Bagaimana dan kenapa?

Pandang jauh ke depan, sambil terkebil-kebil memikirkan masalah umat. 
Seorang diri.

"Assalamualaikum, Ukh, keif imanik elyaum? 3indik faragh hassa? Jom teman ana makan, sambil-sambil tu boleh kita berqadoya."

Senyum.

"Ukh, pasni tok sah nak sedih-sedih lagi. Dah kata kita duk dalam satu gerabak, kita bersama bawa Islam ni. Ana nak masuk syurga ngan enti, ofkos. InsyaAllah. 43:67 Ukh, jangan lupa kod rahsia kita ni."

Nanges.
_________________________________________________________________________________

Firman Allah subhanallahu wa ta’ala, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) Yaitu semua pertemanan dan persahabatan yang bukan kerana Allah subhanallahu wa ta’ala akan menjadi permusuhan pada hari Kiamat, kecuali persahabatan yang dilandasi niat kerana Allah subhanallahu wa ta’ala, sebab persahabatan seperti itu akan kekal selamanya. [Tafsir Ibnu Kathir]

Kalau dalam Tafsir fi Zilal, ayat 67 ada di bawah tema: Penghuni Syurga dan Penghuni Neraka.
Permusuhan teman-teman karib itu tumbuh dari sumber kasih sayang. Mereka sebelumnya hidup saling bekerjasama dalam kejahatan sewaktu di dunia. 
"...kecuali orang-orang yang bertaqwa.” Kasih sayang di antara mereka tetap ada, tetapi pertemuan antara mereka adalah dalam petunjuk, saling menasihati kepada kebaikan.
_________________________________________________________________________________

Satu ayat yang pendek, tapi jelas dan sangat menyentuh hati.
Pusing kiri dan kanan sekali lagi.. Mencari-cari teman akrab. Mengajak kepada taqwa.

Huish, tidak semudah pusing ke kiri kanan dan jalann.

Lihatlah pada seerah.
Siapa yang tidak kenal akan As Siddiq yang sangat akrab dengan Al Farouk.

Kata Umar kat Abu Bakar

Jawab Abu Bakar ke Umar

Subhanallah.
Teman yang sebegini yang diimpikan setiap dari kita. sah?

Walakin, keif? But, how?

Tengok apa kata Abu Bakar waktu Umar meneyesali akan perbuatannya. Umar menyesal dengan sikapnya yang tegas dengan pendiriannya. Beliau merasakan ketegasan dengan pendirian sendiri bukanlah satu kebaikan. Tapi dengan cool je, Abu Bakar bagi kata semangat kat Umar.

Innama a3malu binniat.

[Sesungguhnya setiap amalan itu terletak pada niat.] Abu Bakar sangat yakin dengan Umar. Setiap tindakannya, datang dengan niat. Niat yang ikhlas untuk membantu agama Allah semata.

Dalam memberi nasihat, bukan omongan kosong, tapi bersumberkan Quran dan Sunnah. Menjadi Motivator yang berinspirasi dari dustur utama umat Islam.

Inilah yang dinamakan ukhuwwah fillah.
Saling berpesan pada kebenaran.

Cubalah dan usahalah dekatkan diri kepada Allah. Pasti Allah datangkan teman-teman akrab yang bertaqwa untuk kita bersamanya ke syurga.
_________________________________________________________________________________

ps: cuba baca seerah khalid, amr bin asr, dan ikrimah pula. Ini barulah -Ukhuwwah Teras Kegemilangan-

3 comments:

  1. Ukhti,,apa kabar??rindu ukhti fillah

    ReplyDelete
  2. Ukhti,,postingan ukhti best sangat.
    apa kabar ukhti?rindu ukhti fillah

    ReplyDelete